Salah Pilih
Sejak kecil, Asri dan Asnah dibesarkan layaknya sebagai saudara kandung. Ibu Asri yang telah menjanda mengasuh dan menyayangi Asnah - anak angkatnya - seperti putrinya sendiri. Kedua "bersaudara" itu saling mengasihi sampai tiba wakktunya mereka beranjak dewasa.
Salahkah bila kemudian cinta Asnah kepada sang kakak berubah menjadi cinta kepada seorang kekasih? Perasaan rendah diri sebagai seorang anak angkat sekaligus orang yang berutang budi kepada keluarga Asri mendorongnya untuk menyimpan isi hatinya rapat-rapat, bahkan mendukung Asri untuk memenuhi harapan ibunya untuk segera berumah tangga. Lagi pula, pernikahan sesuku tidak diperbolehkan menurut adat mereka.
Asri menjatuhkan pilihannya kepada seorang gadis cantik dari keluarga kaya dan terpandang. Keetika acara lamaran diselenggarakan, Asnah menutupi kepedihan hatinya dengan bersandiwara di depan Asri dan calon istrinya, Saniah. Meskipun demikian, Saniah merasa iri dan cemburu kepada Asnah. Ia melampiaskan kebenciannya kepada gadis itu.
Apakah Asri tidak memiliki rasa sedikitpun terhadap Asnah? Akankah pernikahan Asri dan Saniah tetap dilangsungkan? Bagaimana kelanjutan nasub Asnah yang memendam cinta kepada kakaknya sendiri? Dan bagaimana akhir kisah ketiganya?
| 466 | Tersedia | ||
| 467 | Tersedia | ||
| 468 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain